PENGAKARAN BIBTI IN-VITRO PISANG TANDUK

Februari 19, 2009

USULAN PENELITIAN

PENGAKARAN BIBTI IN-VITRO PADA TANAMAN PISANG TANDUK (Mussa Paradisiaca)

OLEH

ZULHELMI DEDI

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK

DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

(PPPPTK) PERTANIAN CIANJUR

JOINT PROGAM VEDCA-SEAMOLEC-INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB)

2008/2009

I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pisang adalah buah-buahan tropis yang berasal dari asia tenggara, terutama indonesi, sebenarnya luas areal pertanaman pisang di indonesia cukup luas,tetapi tersebar dalam cakupan yang luas. Akibatnya sulit diperoleh jenis atau varietas buah pisang tertentu alam jumlah besar dan dalam jangka waktu tertentu untuk satu acam standar mutu. Hal ini dikrenakan umumnya tanaman pisang masih dikelola secara tradisional akibatnya hanya di tanam tanpa perlakuan khhusus. Pisang merupakan salah satu tanaman buah yang mempunyai prospek cukup cerah.

Hal ini ditunjukan oleh beberapa kenyataan berkut ini:

1. Hampir semua orang gemar mengkonsumsi buah pisang

2. Investor berpaling ke asia fasifik

3. Jenis pisang lokal lebih diminati

4. Produksi belum memenuhi kebutuhan

5. Pengembangan areal masih terbuka

6. Mudah ditanam dan cepat menghasilkan

Dengan kebutuhan pasar yang sangat besar maka untuk penyediaan secara konvensional sangat membutuhkan waktu yang lama sehingga dengan elternatif lain di munculkan upaya untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar tersebut dengan cara kultur jaringan, sehingga lebih cepat untuk memproduksi bibit dalam skala yang besar dan memiliki keunggulan yaitu bebas dri hama penyakit. Dari kebutuhan dan permaslahan tersebut maka penullis mengambi judul penelitian “PENGAKARAN BIBIT IN-VITRO PADA TANAMAN PISANG TANDUK”.

B. TUJUAN

1. Untuk memenuhi kebutuhan pasar baik bibit maupun buah pisang

2. Mampu membandingkan perkembangan akar pada in-vitro dan

3. Membuktikan bahwa pemberian hormon untuk perkaran in-vitro

4. Sebagai tugas proyek kutur jaringan tanaman

II. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang dilakukan antara lain: a. Penelitian pengaruh hormon IBA pada pertumbuhan pengakan planlet in-vitro b. Eksplan yang digunakan diambil langsung dari lapangan yaitu dengan jenis pisang tanduk dengan mengambil rumpun pisang/anakan pisang. c. Eksplan yang di prekondisikan sebayak 20. d. Dalam satu botol ditanam satu eksplan dengan menggunakan botol kecil e. Dalam satu botol berisi 10 ml media f. Media Yang Di Gunakan Untuk Prekondisi 1. MS 0 2. Gula 6 gr/200ml 3. Agar-agar 1,4 g/200ml 4. pH 5,8-6 g. Media Yang Di Gunakan Untuk Pertumbuhan Kalus Dan Tunas 1. MS + BAP : 2 mg/200ml 2. IAA 0,8 mg/200ml 3. Gula 12 gr/200ml 4. Kasein hidrolisat 40 mg/200ml 5. Agar-agar 2,8 g/200ml 6. pH 5,8-6 h. Media yang di gunakan untuk pertumbuhan akar 1. MS + IBA : 3 mg/600ml 2. Gula 21 gr/600ml 3. Agar-agar 4,2 gr/600ml i. Media Pengakaran ex-vitro 1. Pasir steril 2. Kompos j. Penelitian ini berfokuskan pada perkembangan akar in-vitro dan ex-vitro k. Waktu peelitian dlakukan mulai persiapan eksplan, pembuatan media,penanaman sampai Aklimatisasi. l. Penelitian ini mengacu pada buku/referensi 1. Dasar-dasar pengetahuan tentang Zat Pengatur Tumbuh oleh Ir. Zaenal Abidin 2. Teknik Kultur Jaringan oleh Ir. Daisy P. Sriyanti Hendaryono dan Ir.Ariwijayani 3. Teknik Kultur Jaringan In Vitro Dalam Hortikultura oleh Dr. Ir. Livy Winata Gunawan 4. Kultur Jaringan Tanaman oleh Untun Santoso Dan Fatimah Mursandi 5. Budidaya Pisang Dengan Bibit Kultur Jaringan oleh Drs.H. Hendro Sunarjono 6. Kiat memilih tanaman buaholeh ade iwan setiawan

III. METODE PELAKSANAAN

1. Tunas pisang dari lapangan di cuci bersih dan si sikat 2. Bagian luar yang kering dan kotor di buang 3. Pucuk kemudian direndam selama 10 menit dalam larutan formalin 30% 4. Rendam dalam larutan agrymicin 5gr/l 5. Memasukan kedalam larutan clorox 50% selama 15 menit 6. Memasukan kedalam larutan clorox 20% selama 20 menit 7. Merendam dalam larutan betadine 20% selama 10 menit 8. memotong hingga ukuran 1-2cm 9. menanam dalam media ms IV. RANCANGAN PERCOBAAN A. IN-VITRO (Pengakaran) Tahap pengakaran dengan melakukan perbandingan IBA (4,5 mg/l), (5mg/l), (5,5 mg/l) , dan gula (30gr/l) , (40gr/l). Dengan kode IBA (I) dan gula (G). IBA (Indhole Bulytic Acid) 1. 4,5 mg/l = B1 2. 5mg/l = B2 3. 5,5 mg/l = B3 1. 30 gr/l = G1 2. 40 gr/l = G2 Untuk percobaan penelitian masing masing kombinasi perlakuan 100 ml sebanyak 5 botol yang berisi media 20 ml Gula IBA (Indhole Bulytic Acid) 0,45 0,5 0,55 30 IBA 0,45 IBA 0,5 IBA 0,55 GULA 30 GULA 30 GULA 30 40 IBA 0,45 IBA 0,5 IBA 0,55 GULA 40 GULA 40 GULA 40 Dengan kode Gula IBA (Indhole Bulytic Acid) B1 B2 B3 G1 B1G1 B2G1 B3G1 G2 B1G2 B2G2 B3G2 Dengan 5 pengulangan sehingga didapatkan 6 perlakuan x 5 pengulangan didapatkan 30 kombinasi .

Hello world!

Februari 19, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!